www.mobileonline.com – 24 Juni 2002
Tragis benar nasib Eko Luriyanto. Di saat tinggal menyelesaikan tiga putaran lagi, dirinya malah tersingkir dari arena Timor Touring Car Championship (TTC) Putaran III yang berlangsung menarik di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (23/6) siang, gara-gara mobil yang dikemudikannya melintir secara tiba-tiba. Eko selamat. Tapi tidak demikian dengan posisinya, yang secara dramatis disikat Sunny TS yang sejak awal menempel ketat di belakang. Sebenarnya, saat itu, Eko masih bisa melanjutkan pertarungan. Entah kenapa, tahu-tahu sebelum usai lomba dia segera berbelok ke pit. Nampaknya Eko putus asa. Karena kalaupun dilanjutkan posisinya sudah tidak menguntungkan lagi. Mungkin daripada kalah malu-maluin, akhirnya dia memilih cara seperti itu. Toh ini sah-sah saja, tidak ada yang mengharamkan. Mundurnya Eko membuat Sunny makin merajalela di depan. Pasalnya, Sidarto SA yang naik ke posisi kedua sangat sulit menandingi keperkasaan Sunny. Ini memang tidak penting buat Sidarto. Bisa pertahankan posisinya itu hingga finish saja sudah bagus. Nyatanya dia berhasil, dengan catatan waktu 20 menit 03,097 detik. Yang perlu dicatat pula di sini , adalah Alfred F Piesinger. Setelah tampil mengesankan di putaran II lalu, pembalap JPMS ini kembali membuat kejutan dengan menumbangkan Deyu, pembalap yang pernah mengalahkannya kemarin dengan waktu 20 menit 05,456 detik. Sementara srikandi Anker Sport, Rally Marina SA, nyaris cedera berat setelah ban kiri depan mobilnya tiba-tiba lepas di lap-3 menjelang masuk lap-4. Alhasil, ekor belakang mobilnya pun mengankat dan kemudian terhempas ke trek. Rally selamat. Walau gagal meraih poin, yang penting kondisinya sehat. Menurut Sidarto, penyebab lepasnya ban kiri depan mobil putrinya itu akibat baut yang ada di ban itu copot. “Gue juga bisa begini. Untung anak gue selamat,” komentar Darto terheran-heran. Tap, kata Rally, waktu start itu sebenarnya dirinya sudah merasa aneh terhadap laju mobilnya. Di samping itu, suara yang ditimbulkan dari ban kiri juga sangat ketara sekali. Merasa ada yang tak beres, Rally akhirnya mencoba untuk tidak menggeber habis mobilnya. Mungkin karena inilah Rally bisa selamat.