Otomotif – Sunny Selamatkan Sentul

Otomotif – 12 November 2007

Sukses ganda diraih Sunny TS dari Honda Jakarta Center (HJC) dengan mendulang juara di dua kelas bergengsi. Lebih dari itu, sukses Sunny juga menyelamatkan Sentul. Semua pihak bekerja optimal menerapkan sanksi etika. Itu dominasi seri V Fastron Pertamax Touring Car Championship di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (4/11)

Dilirik MTTI

Podium utama di OMR Honda Jazz dan GT Car Championship tak pernah diimpikan Sunny. Pasalnya di awal seri agak keteter dengan pembalap tim pabrikan. Tapi Minggu lalu, keponakan Tinton Soeprapto membuktikan sebagai salah satu pembalap terbaik.

Jika di OMR Jazz, Sunny fight dengan Chandra Alim. Sedang di GT Car harus berjibaku dengan Alvin Bahar dalam balapan 12 putaran. Baru pada lap ke-10 di R6 saat alvin sedikit mengerem, Sunny mengambil jalur kanan mendahului. “Strategi kami memang tak mau langsung fight. Di lap akhir, baru berusaha overtaking dan berhasil”. Ujarnya.

Keberhasilan ayah Takuma ini berkat kesiapan tim mekanik HJC dan kreasi Wie Wie Rianto pada suspensi Jazz-nya. Kubu HJC happy atas hasil ini. “ Sebetulnya pimpinan kami melarang turun di event kali ini akibat rame-rame seri sebelumnya, tapi kami menawar menyelesaikan 2 seri tersisa. Dan Sunny memberi pembuktian,” Kata Tin Kok Hul, manajer tim HJC.

Kemenangan ini sekaligus menyelamatkan Sirkuit Sentul dari ‘eksodus’ hampir separuh pembalap, Sebab Instruksi dari pimpinan Honda, tak hanya HJC yang mundur tetapi juga tim Honda Bandung Center (HBC) dan Honda Surabaya Center (HSC). Dalam catatan, di 3 tim ini terdapat nama-nama andal, Sunny TS, Dody Sukarya, Rally Marina, Chandra Alim, Oke Djunjunan dan Imin Brata.

Kecermelangan Sunny menjadi incaran tim lain untuk musim depan. Kabarnya akan direkrut memperkuat MTTI. “Saya dengar Sunny akan ditarik memperkuat tim kuat Toyota. Kalau itu terjadi, tim itu akan sulit dikalahkan,” Ujar Tinton Soeprapto, tokoh otomotif nasional.

Hati-Hati

Ultimatum sanksi etika pihak sirkuit membuat semua unsur serius bekerja. Dari marshal, pengawas hingga pimpinan perlombaan segera merespons yang terjadi. Briefing dilakukan Jumat (2/11) dan diulangi lagi Sabtu (3/11) sore memanggil beberapa pembalap yang ditenggarai bermasalah. “Sentul enggal main-main. Yang memulai, tak diperbolehkan ikutan seri berikutnya, “ungkap Lola Moenek, GM Sirkuit Sentul.

Tak hanya sanksi etika, regulasi lomba pun jadi ikut-ikutan ‘keras’, Alvin Bahar yang finish pertama kelas ISTC terkena diskualifikasi akibat tidak menyalakan lampu kabut karena hujan. Juha Oke Djunjunan yang sempat urutan tiga OMR Jazz, harus keluar trek terkena black flag karena dianggap jump start.

Saat perlombaan, tak tampak lagi saling tutup dan senggol. Karena takut sanksi bakal dijatuhkan. Akibatnya banyak pembalap tampil lebih hati-hati. ‘ Di GT Car, mobil Sunny memang lebih kencang. Makanya saya hanya main racing line. Tapi di Super Touring, itu kesalahan tak sempat memperbaiki kabel lampu. Blessingnya, saya kini memipin klasemen,” senyum Alvin yang berusaha tetap sportif.

Bagusss…!!!!